Perilaku orang yang beriman kepada
Allah SWT antara lain :
- Memiliki rasa hormat dan menghargai kitab suci sebagai kitab yang memiliki kedudukan di atas segala kitab yang lain
- Berusaha menjaga kesucian kitab suci dan membelanya apabila ada pihak lain yang meremehkannya
- Mau mempelajari dengan sungguh-sungguh petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya, baik dengan membaca sendiri maupun menghadiri majlis ta’lim
- Berusaha untuk mengamalkan petunjuk-petunjuknya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
- Berusaha untuk menyebarluaskan petunjuk-petunjuknya kepada orang lain, baik di lingkungan keluarga sendiri maupun masyarakat
- Berusaha untuk memperbaiki bacaannya dengan mempelajari ilmu tajwid
- Tunduk kepada hukum yang ada di dalam kitab suci dalam menyelesaikan suatu permasalahan
Hakikat Beriman Kepada Allah
swt.
Beriman terhadap kitab mengandung
empat perkara;
Pertama: Membenarkan dengan
sungguh-sungguh bahwa semua kita diturunkan oleh Allah dan bahwa Allah
berbicara secara hakiki, di antaranya ada yang langsung terdengar darinya dari
balik tabir tanpa perantara malaikat, di antaranya ada yang disampaikan utusan
para malaikat kepada utusan manusia. Di antaranya ada yang ditulis Allah Ta’ala
dengan tanganNya, sebagaimana firman Allah Ta’ala,.
“Dan
tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan Dia
kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus
seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang
Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.” (SQ.
As-Syuro: 51)
Allah juga berfirman,
وكلم الله موسى تكليما (سورة
النساء: 164)
“Dan Allah telah berbicara kepada
Musa dengan langsung.” (SQ. An-Nisaa’: 164)
Allah berfirman terkait dengan Kitab
Taurat,
وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الأَلْوَاحِ
مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلاً لِكُلِّ شَيْءٍ (سورة الأعراف:
145)
“Dan telah Kami tuliskan untuk Musa
pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi
segala sesuatu.” 9SQ. Al-A’raf: 145)
Kedua: Apa yang Allah sebutkan dalam
kitab-kitab tersebut secara terperinci, maka wajib diimani secara terperinci,
yaitu kitab-kitab yang Allah namakan Alquran, yaitu; Alquran, Taurat, Injil,
Zabur, lembaran Ibrahim dan Musa)
Adapun yang disebutkan secara
global, maka harus kita Imani secara global. Maka kita mengatakan sebagaimana Allah
perintahkan kepada kita
وقل آمنت بما أنزل الله من كتاب (سورة
الشورى)
“Dan Katakanlah: "Aku beriman
kepada semua kitab yang diturunkan Allah.” (SQ. As-Suro:15)
Ketiga:
Membenarkan kabar-kabar yang shahih,
seperti kabar yang terdapat dalam Alquran, atau berita yang belum dirubah dan
diganti dalam kitab-kitab terdahulu.
Keempat:
Beriman bahwa Allah menurunkan
Alquran sebagai hakim terhadap kitab-kitab dan pembenar terhadapnya,
sebagaimana firman Allah Ta’ala,
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ
بِالْحَقِّ مُصَدِّقاً لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِناً
عَلَيْهِ (سورة المائدة: 48)
”Dan Kami telah turunkan kepadamu Al
Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu
Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab
yang lain itu.” (SQ. Al-Maidah: 48).
Ahli tafsir berkata, “Muhaiminan”
artinya yang dipercaya dan menjadi saksi atas kitab-kitab sebelumnya serta
membenarkanya, maksudnya membenarkan apa yang ada di dalamnya yang shahih serta
menafikan sesuatu yang telah dirubah diganti dan diselewengkan serta hukum yang
telah dihapus padanya, atau menetapkan dan mensyariatkan hukum-hukum baru.
Karena itu, semua yang berpegang teguh pada kitab-kitab terdahulu tunduk
kepadanya, sebelum berlaku kitab sesudahnya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ
مِنْ قَبْلِهِ هُمْ بِهِ يُؤْمِنُون . وَإِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ قَالُوا آمَنَّا
بِهِ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلِهِ مُسْلِمِينَ
(سورة القصص: 52-53)
“Orang-orang yang telah Kami
datangkan kepada mereka Al kitab sebelum Al Quran, mereka beriman (pula) dengan
Al Quran itu. Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka
berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu
kebenaran dari Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami sebelumnya adalah orang-orang yang
membenarkan(nya).” (SQ. Al-Qasas: 52-53)
- Yang diwajibkan bagi seluruh umat
adalah mengikuti Alquran zahir maupun batin dan berpegangteguh kepadanya serta
menunaikan haknya, sebagaimana firman Allah Ta’ala,
وهذا كتاب أنزلناه مبارك فاتبعوه واتقوا (سورة الأنعام: 155
”Dan Al-Quran itu adalah kitab yang
Kami turunkan yang diberkati, Maka ikutilah Dia dan bertakwalah agar kamu
diberi rahmat.” (SQ. Al-An’am: 155)
Yang dimaksud dengan berpegang teguh
dengan kitabNya serta menunaikan haknya adalah menghalalkan yang dihalalkan dan
mengharamkan yang diharamkan di dalamnya serta tunnduk kepada
perintah-perintahnya dan menjauh dari ancaman-ancamannya, mengambil pelajaran
dari contoh-contoh kejadian dan kisah di dalamnya, mengetahui hukum-hukumnya
yang jelas serta menyerahkan kepada Allah perkara-perkara yang masih samar
serta tidak melanggar batasan-batasan yang telah ditetapkan, membelanya dengan
menghafalnya, membacanya dan mentadabburi ayat-ayatnya serta menghidupkannya di
malam dan siang, memberikan nasehat dengan seluruh makna padanya dan berdakwah
kepadanya berdasarkan petunjuk.
Iman seperti ini akan memberikan
manfaat besar bagi seorang hamba, di antaranya yang terpenting;
1-
Mengatahui besarnya perhatian Allah terhadap hambaNya, karena Dia menurunkan
kitabnya bagi setiap kaum agar mereka menjadikannya sebagai petunjuk.
2-
Mengetahui hikmah Allah Ta’ala dalam syariatnya karena di menurunkan syariat
bagi setiap kaum apa yang sesuai dengan kondisi mereka, sebagaimana firman
Allah Ta’ala,
لكل جعلنا منكم شرعة ومنهاجا
“Masing-masing Kami jadikan bagi
kamu semua syareat dan manhaj.”
3-
Melaksanakan kewajiban bersyukur atas nikmat yang sangat besar ini.
4-
Pentingnya memelihara Alquran yang agung ini, dengan membacanya, merenunginya
dan memahami makna-maknanya serta mengamalkannya.Wallahua’lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar