Senin, 20 Juli 2020

Organ Gerak Hewan dan Manusia | Tema 1 Subtema 1 Kelas 5 SD/MI Semester 1(Ringkasan)

A. Bahasa Indonesia

Kalimat Efektif adalah Susunan kata-kata yang mengikuti kaidah kebahasaan secara baik dan benar.

Syarat utama kalimat efektif yaitu :
1. Sesuai ejaan Bahasa Indonesia
2. Sistematis
3. Tidak bertele-tele
4. Tidak ambigu (tidak menimbulkan keraguan/keidakjelasan)

Kalimat efektif harus mengikuti pola SPOK:

Subjek (S) : pokok kalimat, pelaku utama, berupa kata benda

Predikat (P) : menjelaskan subjek, berupa kata kerja

Objek (O)  : keterangan predikat, pihak yang menerima perlakuan, berupa kata benda


Keterangan (K): menjelaskan waktu, tempat, atau cara dan terletak di awal, tengah, atau akhir kalimat

Kalimat efektif harus mengikuti pola SPOK:

Subjek (S) : pokok kalimat, pelaku utama, berupa kata benda 

Predikat (P) : menjelaskan subjek, berupa kata kerja(kata yang menunjukkan sebuah pekerjaan/kegiatan/melakukan sesuatu)

Objek (O)  : keterangan predikat, pihak yang menerima perlakuan, berupa kata benda

Keterangan (K): kata yang menjelaskan keterangan  waktu, tempat, atau cara dan terletak di awal, tengah, atau akhir kalimat

Contoh: Adik  menyiram tanaman di halaman rumah.
              S             P            O                K

  

B. IPS

  
Letak Astronomis Indonesia : 6° LU – 11° LS dan 95° BT – 141° BT

Indonesia berada di kawasan iklim tropis dan terletak di belahan timur bumi.


Letak Geografis Indonesia: terletak antara 2 benua (Asia dan Australia) dan 2 samudra

(Samudra Hindia dan Samudra Pasifik)


Kenampakan Alam di Indonesia:


1. Kenampakan Alam Daratan: kenampakan alam yang berada di daratan, tersusun atas

lapisan tanah, cenderung kering dan tidak digenangi air.

Gunung: Daratan yang menjulang tinggi dan umumnya berbentuk kerucut. Contoh: Gunung Semeru (Jawa Timur), Gunung Salak (Jawa Barat)

Pegunungan: Gunung yang berderet-deret menjadi satu rangkaian. Contoh: Pegunungan Bukit Barisan (P. Sumatra), Pegunungan Dieng (Jawa Tengah)

Lembah: Cekungan landai antara dua gunung, dua bukit, atau gunung dan bukit. Contoh: Lembah Baliem (Papua)

Bukit: Daratan yang menjulang tetapi lebih rendah dari gunung. Contoh: Bukit Moko (Jawa Barat)

Tanjung: Daratan yang menjorok ke lautan. Contoh: Tanjung Lesung (Banten)

  

2. Kenampakan Alam Perairan: kenampakan alam yang tersusun atas kumpulan air dalam

jumlah besar.

Sungai: Air yang mengalir dari hulu (puncak gunung) ke hilir (tepi laut). Contoh: Sungai Musi (Sumatra Selatan), Sungai Kapuas (Kalimantan Barat)

Danau: Cekungan di daratan yang digenangi air, bisa terbentuk secara alami atau dibuat oleh manusia. Contoh danau alami: Danau Maninjau (Sumatra Barat), Danau Tondano (Sulawesi Utara). Contoh danau buatan: Waduk Jatiluhur (Jawa Barat)

Teluk: Lautan yang menjorok ke daratan. Contoh: Teluk Jakarta (DKI Jakarta), Teluk Kiluan (Lampung)

Selat: Laut sempit di antara dua pulau. Contoh: Selat Sunda, Selat Makassar


Kondisi geografis Pulau Jawa berdasarkan peta:

1. Letak astronomis Pulau Jawa

Pulau Jawa terletak di antara 113°48′10″ - 113°48′26″ BT dan 7°50′10″ - 7°56′41″ LS.

2. Luas Pulau Jawa

Pulau Jawa diperkirakan memiliki luas 128,297 km² dengan enam provinsi dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Provinsi di Pulau Jawa adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Banten.

3. Batas Pulau Jawa
Daratan

Utara: Laut Jawa dan Pulau Kalimantan

Selatan: Samudera Hindia

Barat: Selat Sunda dan Pulau Sumatera

Timur: Selat Bali dan Pulau Bali

Laut

Utara: Laut Jawa

Selatan: Samudra Hindia

Barat: Selat Sunda

Timur: Selat Bali

Baca juga: Sejarah Kerajaan Mataram: Letak, Masa Kejayaan, hingga Peninggalan
4. Nama gunung di Pulau Jawa
Berikut adalah nama beberapa gunung yang terletak di Pulau Jawa:

Gunung Tangkupan Perahu, Jawa Barat

Gunung Merbabu, Jawa Tengah

Gunung Merapi, Jawa Tengah

Gunung Lawu, Jawa Timur

Gunung Ijen, Jawa Timur

5. Nama pantai di Pulau Jawa
Berikut adalah nama beberapa pantai yang terletak di Pulau Jawa:

Pantai Pangandaran

Pantai Menganti

Pantai Ombak Mati

Pantai Tanjung Lesung

Pantai Parangtritis.

C. PPKN


Perilaku yang sesuai dengan pengamalan sila-sila Pancasila di rumah:

         1. Melaksanakan ibadah tepat waktu

         2. Saling menghormati

         3. Mendengarkan nasihat orang tua

         4. Menyayangi adik/kakak

         5. Melaksanakan aturan di rumah

         6. Ikut gotong royong membersihkan rumah



Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Sila-Sila Pancasila

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia bukan lagi suatu hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Dari zaman dahulu, nilai-nilai Pancasila memang sudah terkandung dalam kehidupan sosial budaya masyarakat kita. Nilai-nilai tersebut telah meliputi berbagai aspek kehidupan dan masih tetap dipelihara sampai saat ini. Nilai-nilai Pancasila perlu sekali kita kembangkan dalam kehidupan sosial budaya. Hal ini dimaksudkan agar tercipta suasana yang tenang, sejahtera, damai, dan aman. Tanpa nilai-nilai tersebut, kita tidak akan dapat mencapai semua itu. 

1. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa

Beriman kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianutnya. Nilai yang terkandung dalam sila ini juga mengharuskan kita untuk saling menghormati dan bekerja sama antarpemeluk agama yang berbeda-beda. Kita tidak boleh memaksakan suatu agama dan keperyaaan kepada orang lain, kita harus saling menghormati kebebasan dalam menjalankan ibadah. 


2. Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab


 Setiap warga negara hendaklah  mengakui persamaan derajat, persamaan kewajiban antara sesama manusia sebagai asas kebersamaan bangsa Indonesia, dan persamaan hak. Dengan menjunjung tinggi persamaan derajat, hak, dan kewajiban, maka seluruh bangsa Indonesia bersamasama akan mampu menegakkan dan juga memelihara kebersamaan. Penerapan nilai ini dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan mengembangkan rasa saling mencintai sesama manusia, sikap tenggang rasa, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, serta berani menegakkan kebenaran dan keadilan. 



3. Persatuan Indonesia 


Makna dan nilai yang terkandung dalam sila ini adalah menjaga persatuan dan  kesatuan negara Republik Indonesia. Dengan menerapkan sikap cinta tanah air, rela berkorban demi bangsa dan negara, serta memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika.



4.  Nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan /Perwakilan


Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama. Kedudukan yang sama tersebut hendaknya digunakan secara sadar dengan  mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. Selain itu, warga negara Indonesia harus selalu mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan suatu persoalan bersama. Penerapan dalam sikap sehari-hari adalah dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongan, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, serta mengutamakan budaya musyawarah dalam menyelesaikan masalah dengan diliputi oleh semangat kekeluargaan.



5. Nilai-nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia 

Kita harus menghindarkan diri dari sifat pemborosan, selalu bergaya hidup mewah, dan perbuatan-perbuatan yang merugikan kepentingan umum. Bekerja keras dan menghargai hasil kerja keras orang lain sangat dibutuhkan dalam mewujudkan sikap kebersamaan. Di samping itu, harus dikembangkan pula sikap adil terhadap sesama, menghormati hak orang lain, serta menolong dan menghargai orang lain.



D. SBdP


Gambar Cerita: gambar dan teks yang tergabung menjadi satu kesatuan yang mengandung keindahan dan cerita yang bermakna.


Jenis-jenis Gambar Cerita:


Komik: Gambar yang disusun berurutan dan saling berhubungan.     

Karikatur: Gambar yang melebih-lebihkan bagian tertentu dari diri seseorang.     

Kartun: Sejenis komik berisi beberapa gambar tokoh dan tulisan, memiliki efek suara (gambar bergerak).     

Ilustrasi: Hasil visualisasi dari tulisan dengan teknik gambar, lukis, atau fotografi.

  

E. IPA


E.1. Sistem Gerak Hewan Berdasarkan Habitatnya


Habitat Hewan:

        a. Hewan darat

        b. Hewan air

        c. Hewan udara (hewan darat yang bisa terbang)

        d. Hewan darat dan air (amfibi)


Sistem Gerak pada Hewan Darat:

       a. Tulang dan otot yang kuat

       b. Kaki ramping dan bersifat elastis


Sistem Gerak pada Hewan Air:

      a. Massa jenis kecil, gaya angkat besar

      b. Bentuk tubuh seperti torpedo

      c. Mengeluarkan gelembung-gelembung udara

      d. Tulang belakang dan otot-otot bersifat fleksibel


Sistem Gerak pada Hewan Udara:

      a. Memiliki bulu, tulang yang kecil dan berongga

      b. Kaki dengan cakar

      c. Rangka, tulang dada, dan otot bersifat ringan dan kuat


Sistem Gerak pada Hewan Amfibi:

      a. Memiliki dua tungkai depan dan dua tungkai belakang

      b. Jari tungkai depan berjumlah 4 buah, jari tungkai belakang berjumlah 5 buah

      c. Tungkai belakang memanjang dan digunakan untuk melompat

  

E.2. Sistem Gerak Hewan Berdasarkan Ada/Tidaknya Tulang Belakang


Jenis Hewan:

       a. Bertulang belakang (Vertebrata)

       b. Tidak bertulang belakang (Avertebrata)


Sistem Gerak pada Hewan Vertebrata:

Ikan: sirip berpasangan di dada, perut, sekitar anus. Sirip punggung berfungsi untuk pertahanan diri.  

Reptil, contoh: ular. Ruas-ruas tulang belakang melekat pada tulang rusuk. Otot bekerja pada tulang dan kulit. Kerjasama antara otot tulang dan kulit membuat ular bergerak.

Burung: Rangka sayap ringan tetapi kuat. Diperkuat oleh tulang dada dan otot-otot yang kokoh. Ekor berfungsi untuk mengendalikan gerakan burung saat terbang.  

Amfibi, contoh: katak. Memiliki sendi lutut, bahu, siku, pinggul, pergelangan kaki dan tangan. Tulang kepala sangat ringan dan kuat. Kaki belakang panjang, kaki depan pendek. Tulang belakang dapat menahan berat tubuh.   


Mamalia, contoh: kuda. Tulang kokoh dan kuat. Otot-otot elastis dan kuat sehingga kuda dapat berlari kencang. Kaki kuda paling belakang berfungsi untuk memberi dorongan agar kuda dapat maju ke depan.


Setelah membaca uraian di atas, mari mencoba mengerjakan soal-soal esay, caranya dengan klik tulisan ''klik disini Soal 2'' yang ada di bawah ini :

Klik Disini soal 1

Klik Disini soal 2

Selamat Mengerajakan .!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rangkuman Materi IPA Kelas 5 Tema 2 Subtema 1

A. Alat dan Sistem Pernapasan pada Cacing Tanah (Vermes) Cacing bernapas melalui permukaan kulit. Kulit cacing selalu basah dan berlendir un...